Thursday, September 28, 2006

SBY Punya situs Resmi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kini punya situs web. Ini adalah pertama kalinya presiden Indonesia punya situs. Isi dan fasilitasnya cukup lengkap. Meski ini situs Presiden SBY, pengelolanya sudah pasti bukan SBY langsung, melainkan dilakukan oleh Kantor Juru Bicara Kepresidenan RI. Bertandang ke situs yang beralamat di www.presidensby.info ini, kita akan disambut senyum khas bapak presiden, dengan latar bendera merah putih dan istana merdeka.



Nuansa putih jadi ciri khas situs yang juga dilengkapi link menuju informasi seputar Ibu Negara RI, dan Istana RI. Di bagian depan, terpampang 'Berita Utama' yang tentu saja berisi berita-berita kepresidenan. Ada wartawan khusus, redaktur foto dan konsultan teknis yang menggawangi urusan pemberitaan untuk situs ini.

Di sisi kiri ada menu "Perundang-undangan" yang menampilkan berbagai undang-undang, mulai dari Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Keputusan Presiden dan Instruksi Presiden, yang isi lengkapnya bisa di-download. Di bawahnya ada menu "Kabinet Indonesia Bersatu" yang menampilkan foto para menteri, beserta link ke institusi masing-masing.

Profil lengkap SBY bisa diakses di menu "Profil", ada juga sejumlah foto di menu "Foto", pidato dan wawancara & kolom, kliping dan berbagai informasi lainnya bisa diakses melalui menunya masing-masing.

Yang menarik, situs ini dilengkapi fasilitas Audio Streaming, yang memungkinkan isi situs dinikmati lewat file suara dalam format MP3. File audio yang disediakan bisa dinikmati melalui berbagai perangkat audio, yang bisa didapat secara otomatis melalui Podcast Feed.

Jika tidak ingin ketinggalan dengan berita-berita yang disajikan di situs ini, ada fasilitas sindikasi berita lewat RSS Feed. Hmm... fasilitasnya lengkap. Mudah-mudahan situs yang baru meluncur hari ini, Selasa (14/2/2006), bisa terus tampil segar, sesegar tampilannya di hari pertama. (nks)(nks)

http://presidensby.info/index.html
http://presidensby.info/ibunegara/index.html
http://presidensby.info/istana/index.html



Sumber detikInet

Lagu Peterpan - Tak Bisakah dibajak film India (Woh Lamhe - Kya Mujhe Pyaar Hai - Kay Kay) !!!!

Saya juga kaget ternyata masih ada juga orang yang mau ngebajak
lagu Indonesia walaupun telah berlangsung lama.
Dalam film Woh Lamhe, lagu Tak Bisakah ciptaan Ariel ini diganti lirik dan judulnya menjadi Kya Mujhe Pyaar Hai dengan nada dan irama yang sama tapi jadi makin bagus.
Tapi ini masalah royaliti, tetapi kataknya ini sedang diusut oleh hukum.

Berikut petikan berita dari IndiaFM.com :
” …Pritam creates a great setting through his brilliant musical arrangements just before the man of all seasons, KK, starts crooning ‘Kya Mujhe Pyar Hai’. The chorus effect at the very beginning is simply haunting and when KK gets into the groove with his rocking rendition; you know that you have one of the best rendered, written and composed song of the year in hands. Neelesh Misra’s lyrics have freshness to it that make poetry sound so simple that it makes you wonder why is it such a rarity in today’s times?

Now after this good news, a saddening piece of information. ‘Kya Mujhe’ is a straight lift from a song called ‘Tak Bisakah’ which has been composed and sung by one of Indonesia’s most popular and successful pop groups, ‘Peterpan’! Of course Pritam has made the Indian version much peppier and exciting but the ‘inspiration’ factor doesn’t seem to be abandoning Bhatts and the composer. Well, if one ignores the inspiration then it can’t be denied that ‘Kya Mujhe’ is going to be one of the most heard tracks this year. DJs A Myth and Kiran take the song to a new level altogether as they arrive with a snazzier remix version of the song that is again an awesome piece of music…. ”

Kalo mau download lagunya di …

Kya Mujhe Pyaar Hai.rm

Kya Mujhe Pyaar Hai (remix).rm
trus download converter to MP3 di sini !

Ini Links Untuk Denger Lagu nyaa.... disini !

Untuk liriknya :

Kyun aaj kal, nind kam khwab jyada hai
Lagta khuda ka, koi nek irada hai
Kal tha faqir aaj dil shehzada hai
Lagta khuda ka koi nek irada hai

Kya mujhe pyar hai …
Kaisa khumar hai …
Kya mujhe pyar hai …
Kaisa khumar hai …

Oo o oo.. oo o oo..

Paththar ke in raston pe
Phoolon ki ek chadar hai
Jabse mile ho humko
Badla har ek manzar hai

Dekho jahan main nile nile aasmaan tale
Rang naye naye hain jaise ghulte hue
Soye se khaab mere, jaage tere waste
Tere khayalon se hain, bheege mere raaste

Kya mujhe pyar hai …
Kaisa khumar hai …
Kya mujhe pyar hai …
Kaisa khumar hai …

Oo o oo.. oo o oo..

Tum kyun chale aate ho
Har roj in khwabon main
Chupke se aa bhi jao main
Ek din meri baahon main

Tere hi sapne andheron main ujalo main
Koi nasha hai, teri aankhon ke pyalon main
Tu mere khwabon main jawaabon main saawalon main
Har din chura tumhe main lata hoon khyalon main

Friday, September 22, 2006

My Music & Video

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics & Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics





Irwansyah & Acha Septriasa - My Heart
Irwansyah & Acha S...
Hosted by Octavianus

Links :
Video SMK Negeri 1 Samarinda

Sunday, September 17, 2006

Basket Ball






Saturday, September 16, 2006

Presiden Yudhoyono Bertemu Bill Gates, Ajak Dirikan Pusat Riset di Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Mengunjungi Perusahaan Raksasa Microsoft, Bill Gates.

Pesawat Kepresidenan RI Airbus A-330 mendarat di Bandara Internasional Tacoma sekitar pukul 11.15 waktu setempat dan Presiden Yudhoyono bersama rombongan langsung menuju kompleks perusahaan microsoft itu di wilayah Redmond.

Di perusahaan tersebut, Presiden makan siang bersama sekitar 30 karyawan Microsoft asal Indonesia.

Selanjutnya, Presiden Yudhoyono meninggalkan ruang makan itu untuk melakukan pembicaraan "empat mata" dengan Bill Gates. Kemudian Presiden Yudhoyono yang didampingi para menterinya, mengadakan diskusi dengan Bill Gates dan para eksekutif salah satu perusahaan terbesar di dunia itu.

Pada hari terakhir kunjungan Presiden Yudhoyono ke Amerika Serikat, pertemuan dengan Bill Gates merupakan acara tunggal hari itu dan Presiden Yudhoyono bersama rombongan berada di Seattle hanya selama sekitar dua jam.

Selanjutnya, Presiden Yudhoyono bersama rombongan akan menuju Hanoi guna melakukan kunjungan kenegaraan selama tiga hari di Vietnam.

Microsoft, yang dipimpin Bill Gates, pria kelahiran 28 Oktober 1955, adalah salah satu perusahaan AS yang memberi bantuan kepada masyarakat Naggroe Aceh Darussalam yang dilanda gempa bumi dahsyat dan tsunami akhir tahun lalu dan masyarakat Pulau Nias, Sumatra Barat, yang dilanda gempa bumi berukuran 8,7 pada skala Richter.

Perusahaan perunak lunak AS itu pada tahun fiskal tahun lalu berhasil meraih pendapatan sekitar 36,8 miliar dolar AS.

Ajak Microsoft Dirikan Pusat Riset di Indonesia

Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang saat ini berada di Seattle, Amerika Serikat, mengajak perusahaan Rakssa Perangkat Lunak Microsoft untuk mendirikan pusat riset teknologi informasi di Indonesia.

"Rencana tersebut bisa saja melibatkan kalangan universitas dan kita berikan peluang kepada universitas negeri sebagai "think-tank" yang memang sangat penting peranannya dalam perkembangan teknologi informasi," kata Presiden Yudhoyono saat bertemu para pegawai Microsoft asal Indonesia sekitar 30 orang di Seattle, Jumat siang (Sabtu dinihari WIB).

Kepada para pegawai asal Indonesia tersebut, Yudhoyono berpesan agar mereka bisa memberikan sumbangan bagi negara melalui perkembangan teknologi informasi, meski mereka sudah bekerja di salah satu perusahaan terbesar di dunia itu.

"Semua menyadari bahwa pendidikan teknologi informasi sangat berperan besar saat ini maupun yang akan datang," kata Presiden yang didampingi beberapa menteri, di antaranya Menlu Hassan Wirajuda, Meneg BUMN Sugiharto, Menteri Perdagangan Marie Pangestu, dan Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.

Menjawab pertanyaan salah seorang pegawai Microsoft tentang rencana Pemerintah Indonesia soal penyediaan internet murah yang bisa diakses seluruh lapisan masyarakat, Presiden menegaskan bahwa kementerian informasi dan komunikasi saat ini telah diberi tugas untuk memasyarakatkan teknologi informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan efisiensi dalam segala bidang.

Presiden juga mengatakan bahwa pemerintah juga berusaha untuk menyediakan peralatan komputer yang terjangkau oleh segala lapisan masyarakat, tapi tetap berusaha untuk melindungi produsen komputer agar mereka tidak merugi.

Saat ini presiden Yudhoyono sedang berada di ruangan kerja Bill Gates, pemimpin perusahaan microsoft itu, untuk mengadakan pembicaraan "empat mata" sebelum bertolak beberapa jam kemudian ke Hanoi, Vietnam, untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari.

Friday, September 15, 2006

MENINGKATAN MUTU GURU MELALUI PEMBERDAYAAN DIRI

Guru harus meningkat mutunya sehingga menjadi profesional, semuanya dimulai dari diri sendiri

Oleh : Suwar, S. Pd

Suwar, S. Pd adalah Kepala SMK Negeri 1 Samarinda


Ketika Jepang kalah dalam Perang Dunia II, kaisar Jepang mengumpulkan para rakyatnya. “Masih berapa jumlah guru yang tersisa di negeri ini ?” tanya kaisar kepada rakyatnya, seusai negeri itu dibombardir pasukan Amerika. Pertanyaan kaisar ini diprotes oleh tentara Jepang yang juga yang juga hadir dalam pertemuan darurat itu. “Wahai kaisar mengapa tuan tak menanyakan jumlah kami yang tersisa, sebab kamilah yang mati-matian membela negeri ini”, ujar seorang perwira militer yang luput dari serbuan ganas tentara AS.
“Jika di negeri ini masih ada guru, kita akan segera bangkit dari kekalahan kita. Dari gurulah nanti akan lahir insinyur, dokter, dan tenaga-tenaga terampil lainnya guna membangun negeri ini”, jawab kaisar.
Ucapan kaisar terbukti benar, hingga sekarang Jepang merupakan salah satu raksasa dunia yang menguasai sektor perdagangan dunia dengan produk-produk hasil teknologi mereka.

50 persen guru di Indonesia tidak memiliki kualitas sesuai standardisasi pendidikan nasional (SPN). Untuk itu perlu dibangun landasan kuat untuk meningkatkan kualitas guru dengan standardisasi rata-rata bukan standardisasi minimal. Saat ini baru 50 persen dari guru se-Indonesia yang memiliki standardisasi dan kompetensi. Kondisi seperti ini masih dirasa kurang. Sehingga kualitas pendidikan kita belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, kata Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Prof. Sutjipto (Jurnalnet, 16/10/2005).
Direktur Jenderal Mutu Tenaga Kependidikan Dr. Fasli Djalal mengatakan sejumlah guru mendapatkan nilai nol untuk materi mata pelajaran yang sesungguhnya mereka ajarkan kepada murid-muridnya. Fakta itu terungkap berdasarkan ujian kompetensi yang dilakukan terhadap tenaga kependidikan tahun 2004 lalu. Fasli mengatakan skor mental yang diperoleh guru untuk semua jenis pelajaran juga memprihatinkan. Guru PPKN, sejarah, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, sosiologi, geografi, pendidikan seni hanya mendapatkan skor 20-an dengan rentang antara 13 hingga 23 dari 40 soal. Artinya, rata-rata nilai yang diperoleh adalah 30 hingga 46 untuk skor nilai tertinggi 100, katanya. Ia sangat prihatin dengan buruknya kompetensi guru itu. Padahal, untuk tahun 2006 ini tuntutan minimal kepada siswa untuk memenuhi syarat lulus harus menguasai 42,5 persen (Tempo, 05/01/06)
Ratusan guru di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dinilai tidak layak mengajar karena tidak memiliki kompetensi dan profesionalitas di bidangnya. Para pendidik yang dinilai tidak layak mengajar tersebut tersebar di puluhan SLTP dan SLTA. Hal tersebut diketahui setelah Dinas Pendidikan setempat melakukan pendataan kompetensi guru tingkat SMP, SMA dan SMK. Hasilnya 301 tidak layak mengajar, 463 semi layak mengajar dan 3.167 layak mengajar, kata Anhari, pejabat pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Sukoharjo (Tempo, 03/04/2006).
Berdasarkan catatan Human Development Index (HDI), fakta ini menunjukkan bahwa mutu guru di Indonesia masih jauh dari memadai untuk melakukan perubahan yang sifatnya mendasar macam kurikulum berbasis kompetensi (KBK). Dari data statistik HDI terdapat 60% guru SD, 40% SLTP, SMA 43%, SMK 34% dianggap belum layak untuk mengajar di jenjang masing-masing. Selain itu, 17,2% guru atau setara dengan 69.477 guru mengajar bukan bidang studinya.
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
Dengan status profesi kualifikasi akademis guru minimal diploma empat (D-IV) atau sarjana. Kemudian, guru juga harus memiliki kompetensi pedagogis, kepribadian, sosial, dan profesional yang diraih lewat pendidikan profesi. Persyaratan berikutnya adalah sertifikat atau semacam lisensi dari perguruan tinggi tertentu yang terakreditasi. Kalau tiga persyaratan tadi sudah terpenuhi, baru seseorang bisa diangkat menjadi guru dengan hak-hak kesejahteraan yang jauh lebih besar daripada PNS lain. Setidaknya, ada 17 hak kesejahteraan yang akan diterima guru. Selain gaji pokok, guru berhak atas banyak tunjangan. Yaitu, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi satu kali gaji pokok dari APBN/APBD, tunjangan fungsional berupa subsidi APBN dan atau APBD, dan tunjangan khusus satu kali gaji pokok. Guru yang ditempatkan di daerah khusus (terpencil dan konflik) juga berhak atas rumah dinas dari pemda setempat. Kemudian, ada tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, penghargaan (tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa, finansial, piagam), pelayanan kesehatan, kemudahan pendidikan bagi putra-putri, dan bentuk kesejahteraan lain. Bagi guru di daerah khusus, negara juga akan memberikan kenaikan pangkat rutin otomatis, naik pangkat istimewa satu kali, dan perlindungan profesi baik hukum maupun keselamatan fisik. Guru juga diberi hak cuti studi dengan tetap memperoleh gaji penuh. ’’Hak dan penghasilan guru itu berlaku juga bagi mereka yang bekerja di sekolah swasta sepanjang memenuhi persyaratan guru,’’ tegas Bambang.
Untuk menjaga kehormatan dan wibawa guru, setiap pendidik diwajibkan masuk organisasi profesi yang independen. Organisasi profesi itu harus memiliki kode etik dan dewan kehormatan guru.
Dalam buku The Power of Empowerment, David Clutterbuck bilang bahwa tidak ada seorang pun bisa diberdayakan oleh orang lain individu-individu harus memberdayakan diri mereka sendiri. Menjadi berdaya adalah mempersepsi bahwa sang diri itu memiliki potensi luar biasa dan, secara mandiri, orang yang berdaya tak lelah-lelahnya untuk menunjukkan kehebatannya kepada orang lain tanpa bergantung kepada pihak lain.

Hernowo (www.mizan.com), merinci cara-cara agar para guru menjadi benar-benar berdaya :
Pertama, para guru perlu berusaha keras untuk memiliki keterampilan belajar dan mengajar. Ini artinya para guru, misalnya, harus diberi peluang selebar-lebarnya untuk mempelajari materi-materi yang sangat baru berkaitan dengan proses pemelajaran. Misalnya, mereka perlu memahami brain-based learning (belajar berbasiskan cara bekerjanya otak) yang merevolusi pendidikan di milineum ketiga ini.
Selain itu, para guru juga perlu tahu lebih jauh tentang metode-metode belajar-mengajar, seperti Quantum Learning, Quantum Teaching, Accelerated Learning, Cooperative Learning, Multiple Intelligences, Neuro Linguistic Programming, Active Learning, CTL (Contextual Teaching and Learning), metode mencatat Mind Mapping, dan masih banyak lagi. Ringkasnya, pada bagian ini, para guru perlu menyadari bahwa mereka tidak lagi mengagung-agungkan pentingnya mendahulukan penguasaan atas kurikulum (what) melainkan lebih dahulu memperlengkapi diri mereka dengan hal-hal yang berkaitan erat dengan how to teach dan--lebih-lebih lagi--how to learn.
Tanpa para guru mau berusaha keras untuk mengubah cara berpikir mereka berkaitan dengan apa yang perlu didahulukan agar dapat menjadi guru yang berdaya--yaitu lebih mendahulukan how ketimbang what--ada kemungkainan mereka akan terus-menerus diperdaya oleh keadaan. Marilah kita merenung sejenak. Mengapa kelas-kelas yang ada di sekolah saat ini cenderung membosankan? Mengapa buku-buku yang beredar di sekolah hanyalah buku-buku pelajaran? Mengapa perpustakaan-perpustakaan di sekolah bagaikan kuburan? Mengapa para guru mandul menulis dan tak mampu melahirkan karya-tulis yang inovatif? Mengapa peringkat perguruan tinggi kita merosot jauh dibandingkan dengan perguruan tinggi yang ada di Vietnam dan Malaysia?
Kedua, para guru perlu benar-benar menguasai ilmu atau materi yang diajarkannya secara total dan tidak sekadarnya. Ini berarti para guru perlu belajar dan berlatih reading and writing skill. Membaca dan menulis perlu dijadikan kebiasaan rutin para guru. Tanpa membaca dan menulis, mustahil para guru dapat secara terus-menerus meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang pengajar.
Bahkan, kalau memungkinkan, para guru pada akhirnya harus dapat menjadi ROLE MODEL baca-tulis bagi anak didiknya. Lewat membaca, seorang guru akan memperluas dan memperkaya kosakata sehingga kalau bercerita di depan anak didik akan senantiasa mengasyikkan, sementara lewat menulis sang guru dapat merekam pengalamannya atau mengikat pengetahuan yang kemudian dikonstruksi menjadi semacam ilmu (ingat, Ikatlah ilmu dengan menuliskannya, pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.) yang bermanfaat.
Lewat proses mengikat (makna) itulah para guru benar-benar dapat membuktikan bahwa dirinya telah menguasai ilmu yang dimiliki yang akan diajarkan kepada anak didik. Lewat menulislah sang guru kemudian akan dapat mengaitkan ilmunya dengan pengalaman pribadinya. Apakah ilmunya memberdayakan dirinya? Apakah ilmunya benar-benar sesuai dengan karakter dirinya? Apakah ilmunya dapat memberi manfaat kepada orang lain? Apakah ilmunya memang layak diajarkan kepada anak didik dan menggembirakan anak didik?
Ketiga, para guru perlu mendidik dirinya sendiri agar memiliki kepribadian yang unggul dan bernilai. Bayangkan ada guru yang, setiap berhadapan dengan anak didiknya, memancarkan kewibawaan, kehormatan, dan keteladanan. Kewibawaan, kehormatan, dan keteladanan inilah yang akan membuat seorang guru dapat diterima oleh lingkungannya. Pertama, dia dihormati dan dihargai oleh murid-muridnya dan diterima sebagai orang yang akan mengarahkan murid-muiridnya menjadi manusia mulia (bermoral luhur). Kedua, dia diakui kehebatannya oleh rekan-rekan guru lainnya dan senantiasa mau menolong, membagikan pengalamannya, serta memotivasi rekan guru lain untuk meningkatkan diri. Ketiga, dia dapat menjadi mitra yang baik terhadap pengelola sekolah, terutama kepala sekolah, dan juga dengan orangtua murid, aktivis pendidikan, pemerintah, dan lain-lain.
Guru yang seperti ini jelas akan dapat mengubah lingkungan dan dirinya sendiri menjadi terus membaik. Inilah sosok guru yang sudah mulai menuju ke suatu wilayah yang di wilayah itu guru kehidupan berada. Guru kehidupan sangat berbeda dengan guru kurikulum. Guru kehidupan benar-benar mau dan mampu mengajarkan sesuatu yang bermakna. Dan makna yang diajarkannya itu bukan merupakan makna yang dirumuskan sebagaimana yang sering diajarkan oleh guru kurikulum. Guru kehidupan lebih menekankan untuk mengajarkan makna yang dihayati, yaitu makna yang tidak sekadar tercantum di kurikulum atau buku, melainkan makna yang bersentuhan dengan kehidupan sejati.
Agar dapat menjadi guru kehidupan, seorang guru perlu mengasah kecerdasan emosinya. Emosilah yang mampu memberi arti--bukan arti sekadar arti sebagaimana tertulis di buku, namun arti yang membumi yang mampu menjadikan sang diri terus bersemangat untuk memperbaiki diri. Masalah kecerdasan emosi ini memang sudah banyak dan sering dibicarakan. Namun, jarang pembicaraan itu menyentuh bidang-bidang penting dalam sebuah kehidupan, apalagi mengaitkan emosi dengan arti kehidupan sejati.
Dalam buku menariknya (dan ketika diterbitkan pertama kali, buku ini sempat mendapat label buku menggemparkan), Emotional Intelligence, Daniel Goleman menjelaskan secara panjang lebar soal pentingnya kecerdasan emosi. Lewat riset-riset intensifnya, Goleman menemukan bahwa yang membuat seseorang sukses itu bukanlah kecerdasan akademis (IQ). IQ tetap penting. Namun, IQ hanya menyumbang seseorang untuk meraih sukses hanya sebesar 20%. Sementara itu, sekitar 80% disumbang oleh kecerdasan emosi (EQ).
Dalam bukunya yang lain, yang lebih menggugah, Working with Emotional Intelligence, Goleman kemudian mengajari kita untuk menggunakan peta emosi agar kecerdasan emosi kita melejit. Peta emosi itu berkaitan dengan diri-personal dan diri-sosial. Dalam diri-personal, ada tiga hal penting yang perlu kita kuasai: (1) sadar-diri dan mampu memahami diri, (2) mengelola diri, dan (3) memotivasi diri. Tanpa kita dapat memahami diri, mustahil kita dapat mengelola diri kita sendiri. Dan jika kita tidak dapat mengelola diri kita, akibatnya kita tidak mungkin dapat memotivasi diri untuk terus-menerus memperbaiki diri.
Dalam diri-sosial hanya ada dua hal penting, yaitu (1) memahami orang lain, dan (2) empati. Namun, sebelum kita beranjak ke diri-sosial, sebaiknya kita berupaya keras lebih dahulu untuk menyentuh hal-hal paling mendasar dari diri-personal--kalau perlu sampai ke sumur terdalam bernama inner self. Tanpa kita mau berupaya sungguh-sungguh untuk memahami diri, apa mungkin kita mampu memahami diri orang lain? Tanpa kita mampu lebih dahulu mengelola diri sendiri, apa mungkin kita dapat mengelola diri orang lain? Tanpa kita mampu memotivasi diri sendiri, apa mungkin kita memotivasi diri orang lain--bahkan ikut berempati kepada penderitaan orang lain?. (www.mizan.com, 25/04/05).

Berdasarkan hasil studi di negara-negara berkembang, guru memberikan sumbangan dalam prestasi belajar siswa (36%), selanjutnya manajemen (23%), waktu belajar (22%), dan sarana fisik (19%). Aspek yang berkaitan dengan guru adalah menyangkut citra/mutu guru dan kesejahteraan (Indra Djati Sidi, 2000).
Di dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat telah dikembangakan konsep Next Century School (NCS) sebagai berikut : (i) guru sebagai pelatih yang mendorong siswanya untuk mau meningkatkan prestasinya, guru tidak selalu lebih pintar dari siswa. Guru bersama-sama siswa berupaya keras untuk meningkatkan prestasi siswa. Mereka merupakan team work yang padu, (ii) Sebagai konselor, sebagai sahabat siswa yang menjadi tempat mendiskusikan berbagai masalah kehidupan, bersama-sama mencari solusi. Guru dapat menjadi teladan atau idola siswa (iii) guru menjadi manajer belajar, artinya bersama-sama dengan siswa mencari pengaturan yang optimal untuk mengelola waktu belajar. Dengan singkat dapat disampaikan bahwa hubungan antara guru dengan siswa tidak dibatasi oleh ruang kelas, di pasar, dilapangan, di perpustakaan, di tempat rekreasi dan lain-lain. Hal inilah yang akan menciptakan suasana yang kondusif yang didasarkan hubungan harmonis antara guru dengan siswa (Indra Djati Sidi, 2000).

Masyarakat meyakini pendidikan selalu identik dengan sekolah walaupun kita tahu bahwa sekolah bukanlah satu-satunya sarana pendidikan. Maka sekolah mempunyai peranan penting dalam aktivitas pendidikan yang mencetak dan membentuk kepribadian siswa, mencerdaskan dan membuat menjadi terampil dalam kompetensinya. Perhatian guru terhadap pendidikan adalah proritas. Maka guru perlu memahami peranan dan fungsinya serta dapat mengatasi kendala yang timbul dalam menjalankan tugas. Guru juga wajib meningkatkan mutunya ditekankan pada proses berkelanjutan melalui pemberdayaan diri sendiri.

Sumber :

Falah Yunus, Menjadi Guru Yang Baik atau Tidak Sama Sekali, diakses dari http://geocities.com/guruvalah
Hernowo, Menjadi Guru Yang Berdaya, di akses dari www.mizan.com, tanggal 25/04/05
Indra Djati Sidi, Pendidikan dan Peran Guru Dalam Era Globalisasi, dalam majalah Komunika No. 25/tahun VIII/2000

Quantum Teaching di SMK Negeri 1 Samarinda

Quantum Teaching Disinyalir Bisa Meningkatkan Gairah Belajar dan Prestasi Siswa

Quantum Teaching di SMK Negeri 1 Samarinda

Oleh : Falah Yunus

Sejalan dengan perkembangan dunia pendidikan, ditemukan sebuah pendekatan pengajaran yang disebut dengan Quantum Teaching. Quantum Teaching sendiri berawal dari sebuah upaya Dr Georgi Lozanov, pendidik asal Bulgaria, yang bereksperimen dengan suggestology. Prinsipnya, sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil belajar.
Pada perkembangan selanjutnya, Bobbi de Porter (penulis buku best seller Quantum Learning dan Quantum Teaching), murid Lozanov, dan Mike Hernacki, mantan guru dan penulis, mengembangkan konsep Lozanov menjadi Quantum Learning. Metode belajar ini diadopsi dari beberapa teori. Antara lain sugesti, teori otak kanan dan kiri, teori otak triune, pilihan modalitas (visual, auditorial, dan kinestetik) dan pendidikan holistik.
Konsep itu sukses diterapkan di Super Camp, lembaga kursus yang dibangun de Porter. Dilakukan sebuah penelitian untuk disertasi doktroral pada 1991, yang melibatkan sekitar 6.042 responden. Dari penelitian itu, Super Camp berhasil mendongkrak potensi psikis siswa. Antara lain peningkatan motivasi 80%, nilai belajar 73% , meningkatkan harga diri 84% dan melanjutkan penggunaan keterampilan 98%.
Sekolah yang didirikan de Porter itu, menjadi pusat percontohan tempat metode Quantum dipraktikkan. Remaja, karyawan, eksekutif perusahaan, menjadi murid di sekolah ini. Tujuannya satu: menjadi manusia baru. Pada akhirnya Quantum Learning itu kembali disempurnakan menjadi Quantum Teaching.
Persamaan Quantum Teaching ini diibaratkan mengikuti konsep Fisika Quantum yaitu:
E = mc2 (baca E=mckuadrat)
E = Energi (antusiasme, efektivitas belajar-mengajar,semangat)
M = massa (semua individu yang terlibat, situasi, materi, fisik)
c = interaksi (hubungan yang tercipta di kelas)

Berdasarkan persamaan ini dapat dipahami, interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada peserta didik.
Kata Quantum sendiri berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Jadi Quantum Teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif, dengan cara menggunakan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas.
Dalam Quantum Teaching bersandar pada konsep ‘Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka’. Hal ini menunjukkan, betapa pengajaran dengan Quantum Teaching tidak hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa. Tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan emosional yang baik dalam dan ketika belajar.
Dengan Quantum teaching kita dapat mengajar dengan memfungsikan kedua belahan otak kiri dan otak kanan pada fungsinya masing-masing. Penelitian di Universitas California mengungkapkan bahwa masing-masing otak tersebut mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda.
Otak kiri menangani angka, susunan, logika, organisasi, dan hal lain yang memerlukan pemikiran rasional, beralasan dengan pertimbangan yang deduktif dan analitis. Bgian otak ini yang digunakan berpikir mengenai hal-hal yang bersifat matematis dan ilmiah. Kita dapat memfokuskan diri pada garis dan rumus, dengan mengabaikan kepelikan tentang warna dan irama.
Otak kanan mengurusi masalah pemikiran yang abstrak dengan penuh imajinasi. Misalnya warna, ritme, musik, dan proses pemikiran lain yang memerlukan kreativitas, orisinalitas, daya cipta dan bakat artistik. Pemikiran otak kanan lebih santai, kurang terikat oleh parameter ilmiah dan matematis. Kita dapat melibatkan diri dengan segala rupa dan bentuk, warna-warni dan kelembutan, dan mengabaikan segala ukuran dan dimensi yang mengikat.

Prinsip dari Quantum Teaching, yaitu:
-Segalanya berbicara, lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran semuanya menyampaikan pesan tentang belajar.
-Segalanya bertujuan, siswa diberi tahu apa tujuan mereka mempelajari materi yang kita ajarkan.
-Pengalaman sebelum konsep, dari pengalaman guru dan siswa diperoleh banyak konsep.
-Akui setiap usaha, menghargai usaha siswa sekecil apa pun.
-Jika layak dipelajari, layak pula dirayakan, kita harus memberi pujian pada siswa yang terlibat aktif pada pelajaran kita. Misalnya saja dengan memberi tepuk tangan, berkata: bagus!, baik!, dll.

Kerangka rancangan Belajar Quantum Teaching yang dikenal sebagai TANDUR
-TUMBUHKAN. Tumbuh- kan minat dengan memuaskan “Apakah Manfaat BAgiKU “ (AMBAK), dan manfaatkan kehidupan pelajaram 7
-ALAMI. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua pelajar
-NAMAI. Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi sebuah “masukan”
-DEMONSTRASIKAN. Sediakan kesempatan bagi pelajar untuk ‘menunjukkan bahwa mereka tahu”
-ULANGI. Tunjukkan pelajar cara-cara mengulang materi dan menegaskan , “Aku tahu dan memang tahu ini”.
-RAYAKAN. Pengakuan untuk penyelesaian, partisipasi, dan pemerolehan keterampilan dan ilmu pengetahuan

Metode dan Strategi Mengajar mengacu Quantum Teaching di SMK Negeri 1 Samarinda:
1.Buat suasana kelas yang bisa membawa kegembiraan diatur berdasarkan kesepakatan kelas, seperti : a.Pengaturan meja dan kursi, tanaman, hiasan lain yang mendukung proses belajar b.Pengecatan meja kursi yang yang menjadi keinginan dan kebangaan kelas, c.Ruangan kelas dihiasi dengan poster

2.Pemberian musik klasik dalam kegiatan belajar mengajar. Musik dapat merangsang otak kiri dan kanan untuk berpikir dan berinspirasi. Musik juga dapat sebagai perangsang untuk meningkatkan produktivitas seseorang. Karena itu banyak perusahaan-perusahaan besar di Jepang telah memperoleh manfaat yang banyak dalam produktivitas kerja dengan menggunakan iringan musik klasik yang diputar di semua lantai di dalam pabrik.
Musik membantu pelajar bekerja lebih baik dan mengingat lebih banyak . Musik merangsang, meremajakan, dan memperkuat belajar, baik secara sadar maupun tidak sadar. Disamping itu kebanyakan siswa suka musik. Musik yang disarakan disini adalah musik klasik dan instrumental. Namun bisa diselingi jenis musikl lain untuk bersenang-senang dan jeda dalam pembelajaran.

3.Pengalaman belajar hendaknya menggunakan sebanyak mungkin indera untuk berinteraksi dengan isi pembelajaran. Siswa belajar : 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, 30% dari apa yang dilihat, 50% dari apa yang di lihat dan dengar, 70% dari apa yang dikatakan, dan 90% dari apa yang dikatakan dan lakukan (Vernon A. Magnessen, 1983). Ini menunjukkan guru mengajar dengan ceramah, maka siswa akan mengingat dan menguasai hanya 20% karena siswa hanya mendengarkan. Sebaliknya jika guru meminta siswa untuk melakukan sesuatu dan melaporkanknya maka akan mengingat dan menguasai sebanyak 90%.

4.Guru harus selalu menghargai setiap usaha dan hasil kerja siswa serta memberikan stimulus yang mendorong siswa untuk berbuat dan berpikir sambil menghasilkan kara dan pikiran kreatif. Ini memungkinkan siswa menjadi pembelajar seumur hidup. Untuk itu guru bisa menggunakan berbagai metoda dan pengalaman belajar melalui contoh yang konstekstual. Setiap kesuksesan dalam belajar siswa layak untuk dirayakan .

5.Suasana belajar siswa, guru dapat mengarahkan kearah ke ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Suasana belajar juga melibatkan mental-fisik-emosi –sosial siswa secara aktif supaya memberi peluang siswa untuk mengamati dan merekam data hasil pengamatan, menjawab pertanyaan dan mempertanyakan jawaban, menjelaskan sambil memberikan argumentasi, dan sejumlah penalaran.

6.Guru yang seorang Quantum Teacher mempunyai ciri-ciri dalam berkomunikasi yaitu : a. Antusias : menampilkan semangat untuk hidup

b.Berwibawa : menggerakkan orang c.Positif : melihat peluang dalam setiap saat d.Supel : mudah menjalin hubungan dengan beragam siswa e.Humoris : berhati lapang untuk menerima kesalahan f.Luwes : menemukan lebih dari satu untuk mencapai hasilg.Menerima : mencari di balik tindakan dan penampilan luar untuk menemukan nilai-nilai inti h. Fasih : berkomunikasi dengan jelas, ringkas, dan jujur
i.Tulus : memiliki niat dan motivasi positif j.Spontan : dapat mengikuti irama dan tetap menjaga hasil k.Menarik dan tertarik : mengaitkan setiap informasi dengan pengalaman hidup siswa dan peduli akan diri siswa l.Menganggap siswa “mampu” : percaya akan keberhasilan siswa m.Menetapkan dan memelihara harapan tinggi : membuat pedoman kualitas hubungan dan kualitas kerja yang memacu setiap siswa untuk berusaha sebaik mungkin

7.Dalam melakukan penilaian guru harus berorientasi pada :a.Acuan/patokan. Semua kompetensi perlu dinilai sesuai dengan acuan kriteria berdasarkan indikator hasil belajar.
b.Ketuntasan Belajar. Ketuntasan belajar ditetapkan dengan ukuran atau tingkat pencapaian kompetensi yang memadai dan dapat dipertamnggungjawakan sebagai prasyarat penguasaan kompetensi berikutnya.
c.Metoda penilaian dengan menggunkan variasi, antara lain : Tes Terulis : pertanyaan-pertanyaan tertulis, Observasi : pengamatan kegiatan praktik, Wawancara : pertanyaan-pertanyaan langsung tatap muka, Portfolio : Pengamatan melalui bukti-bukti hasil belajar, Demonstrasi : Pengamatan langsung kegiatan praktik/pekerjaan yang sebenarnya

Untuk enam bulan kedepan sejak tanggal 17 JUli 2006 hingga 17 Januari 2006. Program Quantum Teaching 7 point tersebut dilaksanakan dengan penuh suka cita oleh para guru SMK Negeri 1 Samarinda.

Sumber : http://www.smkn1samarinda.net

Cara Install Knoppix ke Harddisk

Bagaimana caranya install CD knoppix ke dalam harddisk.

Langkahnya :
1. Boot menggunakan Knoppix live CD (disarankan versi 3.3 ke atas untuk mensupport kompie-kompie baru)
2. pada saat memasuki boot loader, ketikkan :

knoppix 2

ini akan menyebabkan knoppix tidak me-load tampilan GUI-nya.

3. tunggu sampai muncul login

4. login lah dengan user root

5. ketikkan knx-hdinstall, dan ikuti langkah-langkah yang tertera.

6. setelah 100 %, maka restartlah komputer dengan mengetikkan :

reboot

7. Anda sudah mendapatkan harddisk yang terinstall knoppix.

8. Troubleshoot
a. Apabila modus GUI tidak ditampilkan, jangan panik ! coba jalankan perintah ini sebagai root

xfree86cfg

permasalahan yang terjadi biasanya salah mendeteksi VGA card.

Ok, selamat bereksperimen.

Thursday, September 14, 2006

Salam Kenal

Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics Myspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter GraphicsMyspace Glitter Graphics, MySpace Graphics, Glitter Graphics


Hallow nama saya Octavianus Lukman Long
saya tinggal di Jl.Sempaja perumahan sempaja lestari indah Blok. G No. 63 saya sekolah di SMK Negeri 1 Samarinda di jurusan Teknologi Informatika (TKJ).

www.octavianusz.blogspot.com
www.freewebs.com/octavianus
www.weblogpage.com/octavianus